RSS

Takkan Jera Menunggumu

Dengan menunggumuu aku belajar arti kesabaran.. bentakanmu buadku tegar dan melatih mentalku yang cetek... Sesungging senyum kubahasakan dengan mimik kesederhanaan kau balas dengan cibiran sinis. itu semua takkan buatku jera tuk menunggumu, aku yakin sosokmu itu sangatlah bijak. Masih menunggumu di ruang terbuka pemandangan hijau, sesekali angin sepoi-sepoi menggoda seakan ingin mengantarkan kedunia yang nyaman, terlelap membangun dan mensektsa kembali mimpi-mimpi yang sempat terlupakan. ooo bataraa sungguh besar nikmat yang kau berikan hari ini. Aku masih terduduk disudut pintu, orang lalu lalang entah apa yang mereka urus.
Paras yang kutemui di tempat ini, bersih dan putih-putih, mengenakan kemeja, celana kain, dan tas ransel. Rambutnya rapi-rapi sangat berbeda yang kutemui di kampusku. semua bersih bahkan tegelnya pun putih tak bernoda. sesekali kulihat wajah yang tak kenal lelah mengepel kesana-kemari, tak sedikit pun tergambar keluh di wajahnya. sungguh kau sosok yang tegar, ratusan orang lalu lalang tak urung wajah mu kecut, tak urung dahimu berkerut. kau masih saja berjalan kesana-kemari dengan tongkat pel mu yang setengah basah wangi apel, hmmmmm mendamaikan. aku merasakannya!

Senyum Sumringah

Masih teringat kala itu aku duduk sendiri di ruang terbuka ditemani dengan angin sepoi-sepoi yang menggoda mata tuk terlelap melupakan sejenak beban hidup dengan tetek bengek urusan yang belum kelar. Masih teringat jelas rona jingga yang memancar kuat menerobos pohon-pohon rindang tepat mengenai wajah ku, seakan-akan menertawaiku yang terduduk sendiri menunggu menunggu dan menunggu sosok yang mirip postur tubuh Mario Teguh, sangat mirip. Hari ini sudah terbayar semua pengorbanan waktu kala itu.