"Ubah hidup Anda hari ini. Jangan
bertaruh pada masa depan, lakukan
sekarang, jangan tunda lagi" - Simone
de Beauvoir
Seseorang akan sulit berhasil jika ia
suka menunda-nunda pekerjaan. Tapi
saya yakin Anda bukanlah orang yang
demikian.
Laksamana Laut Amerika, Willian
Halsey mengatakan, "Segala masalah
akan menjadi lebih kecil jika Anda
tidak menghindarinya, tetapi
menghadapinya."
Penundaan merupakan pupuk yang
menghambat pertumbuhan. Jika Anda
terlalu lama membuat keputusan untuk
sebuah peluang yang tiba-tiba datang,
peluang itu akan hilang.
Lihatlah hasil akhir dari sebuah
pekerjaan, agar Anda terpacu untuk
tidak menundanya.
Jangan habiskan waktu Anda
mengerjakan tugas-tugas yang tidak
penting atau tidak perlu. Jika tidak
penting, jangan sekedar menundanya,
hapuskan saja tugas itu.
John C. Maxwell menyarankan Anda
untuk memilah lagi pekerjaan yang
perlu diprioritaskan.
Telaahlah apakah tugas tersebut
memberi manfaat finansial? Apakah hal
itu akan membuka jalan untuk sesuatu
hal lain yang lebih baik? Apakah hal
itu bisa memberikan Anda pengembangan
atau pencapaian yang lebih besar?
Atau apakah penyelesaian tugas itu
bisa melegakan Anda secara emosional?
Jika Anda mendapatkan semua alasan
positifnya, Anda telah berada di
jalur yang benar. Mulailah bergerak
maju dan bertindaklah secara cepat
dan efektif.
-----Sponsor------------------
Kumpul Dengan Teman-Teman Se-Nusantara
Belajar Bisnis Bareng. Tolong Menolong - Bahu membahu
Hanya di www.AsianBrain.com
Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!
Jumlah Pembaca: 500,000+
ANALISIS PUISI W.S. RENDRA
Diposting oleh
Unknown
on Sabtu, 10 November 2012
/
Comments: (0)
BALADA TERBUNUHNYA ATMO KARPO
Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di
pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang
diburu
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang
Segenap warga desa mengepung hutan itu
Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri
Satu demi satu yang maju terhadap darahnya
Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka
--Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa
Majulah Joko Pandan! Di mana dia?
Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa
Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
--Joko Pandan! di manakah ia?
Hanya padanya seorang kukandung dosa
Bedah perutnya tapi masih kena setan ia
Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala
Joko Pandan! Di manakah ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
Segala menyibak bagi reapnya kuda hitam
Ridla dada bagi derinya dendan yang tiba
Pada langkah pertama keduanya sama baja
Pada langkah ketiga rubulah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak
angsoka
Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
Pesta abulan, sorak-sorai, anggur darah
Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedangIa telah membunuh bapanya
(W.S. Rendra)
Pertanyaan
a. Bagaimana kesan dan makna yang bisa kita
tangkap dari puisi Rendra tersebut?
b. Berapa kali Rendra mengulang majas
personifikasi? Tulislah kalimat yang bermajas personifikasi tersebut!
c. Tuliskan majas-majas yang terdapat dalam puisi
tersebut!
d. Apa makna dari kalimat "Mengutuki bulan
betina dan nasib yang malang"?
Jawaban
a. Kesan setelah membaca puisi Rendra yang
berjudul "Balada Terbunuhnya Atmo Karpo"sangat hebat dan pemberani.
Sosok Atmo Karpo berani mempertaruhkan nyawanya demi masyarakat miskin yang
serba kekurangan. Puisi tersebut mengisahkan seorang perampok yang sedang diburu
warga. Pada saat itu kesialan melanda si aku (Atmo Karpo) karena malam
itu adalah sinar bulan purnama dapat menerangi seluruh malam: ‘Bulan berkhianat
gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para’. Bulan tak bersahabat dengan si
aku, di mana ia bersembunyi bulan purnama menyinari dirinya. Sehingga membuat
si aku tak bisa bersembunyi di balik pekatnya malam yang terang benderang.Si
aku melawan semua orang yang hendak menangkapnya. Sehingga terjadilah tragedi
pertumpahan darah dan satu persatu pengejarnya rubuh tersadap oleh tangannya:
‘satu demi satu yang maju tersadap darahnya’. Bahkan dengan sombongnya, si aku
berkata kepada mereka yang telah dibunuhnya: “Nyawamu barang pasar, hai
orang-orang bebal! / Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa”. Si aku
menganggap pasukan kerajaan dan warga yang mengepung dan hendak menangkapnya
itu hanyalah orang-orang rendahan saja, dan mereka bukanlah tandingan yang
mantap untuk meringkus si aku. Makna yang dapat ditangkap dari puisi tersebut
bahwa pencuri kerajaan,Atmo Karpo, bukanlah sosok biasa. Dia adalah sosok
pemberontak yang tak setuju dengan ketimpangan. Di satu sisi, kerajaan
bergelimangan harta, tapi di sisi lain rakyat jelata hidup sengsara. Maka, Atmo
Karpo pun memilih menjadi maling kerajaan. Dia curi harta kerajaan dan
dibagikan kepada rakyat miskin yang sengsara. Lawan yang di cari Atmo Karpo
adalah Joko Pandan (Joko Pandan! Di manakah ia?) di akhir sajak Atmo Karpo
dibunuh oleh Joko Pandan yang merupakan anaknya sendiri.
b. Pengulangan majas personifikasi dalam puisi
tersebut sebanyak tiga kali
1. Dengan kuku-kuku besi kuda
menebah perut bumi
2. Bulan berkhianat gosok-gosokkan
tubuhnya di pucuk-pucuk para
3. Mengutuki bulan betina dan
nasibnya yang malang
c. Majas yang terdapat dalam puisi tersebut
1. Sinekdok totem pro parte :
"Segenap warga desa mengepung hutan itu"
2. Metafora : "Nyawamu barang
pasar...", "Tombakmu pucuk daun"
3. Klimaks : "pada
langkah pertama keduanya sama baja", "Pada langkah ketiga rubulah
Atmo Karpo"
d. Makna kalimat “Mengutuki bulan betina dan
nasibnya yang malam” yaitu pada saat itu Atmo Karpo hanya bisa menyumpahi bulan
yang bersinar terang sehingga ia tidak bias bersembunyi dibalik pekatnya malam
dan nasibnya yang malam karena telah dikepung oleh pengawal kerajaan.
Menulis Esai
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 09 November 2012
/
Comments: (0)
Menulis merupakan pencapaian akhir dari empat keterampilan berbahasa sehingga sebagaian orang berpendapat bahwa menulis adalah hal yang tidak mudah. Sejak dalam kandungan seorang bayi dilatih untuk mendengar bunyi-bunyi bahasa. Jika kemampuan mendengar seseorang baik maka berbicaranya pun akan lancar. Setelah sesorang mampu berbicara maka ia akan berusaha membaca nah kemampuan membaca ini sangat memengaruhi kemampuan menulis kita. Seorang penulis best seller, Sofie Beatrix, mengatakan bahwa dengan membaca kita tahu dunia, dengan menulis dunia tahu kita. Betapa pentingnya keempat keterampilan tersebut yang bukan hanya diperuntuhkan untuk anak Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, tetapi juga sangat berpengaruh di bidang manapun.
Topik kita kali ini yaitu menulis esai. Di kalangan SMA di akhir semester kerap kali di tugaskan menulis esai. Banyak diantara mereka yang mengeluh cara menulis esai. bagaimana mau menulis esai kalau mengenal esai aja belom?? ya pasti sulit lah. Berikut penjelasan mengenai esai.
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.Jadi, esai berisi pendapat penulis tentang subjek tertentu.
Bagian esai
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:- Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
- Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
- Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan
menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau
menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si
penulis.
Langkah-langkah pembuatan esai
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
- Menentukan tema atau topik
- Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
- Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
- Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
- Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
- Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
- Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh. ***Semoga Bermanfaat*** :) fathe
Puisi cinta Bj Habibie untuk istri tercinta Hasri Ainun
Diposting oleh
Unknown
on Kamis, 08 November 2012
/
Comments: (2)
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
