RSS

Menikmati Pesonamu dalam Diam

        Pikiran itu, bayangan itu membuatku sangat terganggu. Gak pagi, siang, malam, pagi lagi selalu kau yang terpikirkan, bisa gak sih terpinggirkan. Semua masalah yang berat sekalipun aku bisa menuntaskannya dengan segera, terkecuali kamu. sangat sulit bagiku menghilangkan ingatanku tentang dirimu. Penyakit ini sungguh sulit disembuhkan. Racikan apa yang telah kau bubuhkan dalam otak dan hatiku sehingga aku pelik tuk melupakanmu. 
       Pagi ini aku bangun kesiangan, semua kerjaan ngantri tidak ada yang beres satupun. Tiap detik yang jadi pertanyaan perlakuanmu terhadapku, apa ia kamu? mungkinkah kamu? apakah kamu? sudikah kamu? maukah kamu? pantas kah aku?... Sesuatu yang tak pantas dan layak untuk dipertanyakan. Grusa-grusuku kian menjadi setelah kemunculanmu kembali. Kemarin-kemarin aku mampu mengatasi segala kerinduan ku dengan segudang aktivitas. Ternyata kemarin pesonaku mampu terbaca oleh temanku, air muka yang nampak sebelumnya jauh berbeda, ini sungguh bersemangat, tampak tak ada sedikit pun pilu yang terukir di wajah, senyum yang membuat nanar semua orang. Perubahan yang sungguh kontra dengan keadaan sebelumnya. Matilah aku kalau ketahuan.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi, senyummu licik mencurigakan?" tuduhnya dengan tajam.
"Akh, gak ada apa-apa, cuma kepikiran sesuatu."
"Sesuatu?"
"Iyya sesuatu, yang cetar membahana, ulalaaaa." menirukan gaya syahrini.
"Aku pergii."
      Takut kalau-kalau pertanyaannya akan berkembang, takut terintimidasi dan mengeluarkan semua yang kusembunyikan, perasaan! ya, perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Perasaan yang sering aku elakkan jika dituduh, perassan yang sering aku buat candaan, perasaan yang sungguh buatku gelisah kala sendiri dan kala malam tiba kembali. 
      Wanita itu lemah, lemah karena perasaan, tetapi ia akan kuat karena prinsip. Jadi, bolehlah dikata wanita  akan lemah jika ia tidak memiliki prinsip. Aku? apa aku memiliki prinsip? Hampir-hampir saja aku gila sasar karena pikiranku yang konvergen hanya kepadamu. hualaahh ini telah menyalahi prinsip, bagaimana seharusnya aku menyikapinya? sedang aku tahu engkau memiliki kekasih. 
                                                                
                                                              *BERSAMBUNG*
        

Senja

Menanti senja yang begitu angkuh dengan ronanya
Menyibak kelabu dengan jingga
Tak segan ia bercengkrama dengan panorama
Meredam segala emosi yang kian membuncah

Unrequited Love


Semakin hari semakin gusar mendengar berita tentang mu yang telah berbahagia,, berkasih-kasihan dengannya. Aku sedih mendengar tawa mu saat berceritra tentang dirinya yang kau kasih’i, begitu dalam! Sangat pahit buat ku. Kau datang disetiap keluh-kesah mu, ceriamu, semua kudengar dengan mimik yang datar. Kau tak mengenalku, meski telah lama berteman, kau tak mengenali pancaran sinar mataku saat menatap mu.
            Hari ini sangat lelah, tugas dari pak ismail begitu berat. Huuuufffttt moga bisa selesai besok. Dentingan jam dinding membuatku gelisah tak bisa tidur, padahal besok harus bagun pagi untuk mengurus tugas-tugas kuliah yang membuatku puyeng! Huaaaaaaa, menguap tanda ngantuk, meski mata terpejam tapi hati tak kunjung diajak kompromi tuk terlelap dialam mimpi. Mending nonton film korea, it’s favorite boy’s! “Saranghae Geun Seok”! Hahaha... ngayal!
I will promise you to the..... (Hp yang terletak pas didekat telinga berdering)
Satu persatu ku buka mata ku, eitSss, Reza??
RezaaaSe
08 agustus 2010 11.30 pm
“Hai kag, ngapaindd??”

          “Tumben malam-malam gini hanya sekadar nyapa doank?” emmm balas aja deh.     
Silfia
08  Agustus 2010 11.33 pm
“hai juga!!!  Krn mata tag kunjung kompromi so  isi dgn ngelid coKer,, biasa nonton film drama Asia, mau ikutand??”
                Duh kalau seperti ini terus bisa-bisa aku ketahuan!! OMG, takut  kalau itu terjadi, memalukan! Akh, gag usah gusar dengan itu, tetap berfikir positif! Eh sms masuk,,
rezaaaSe
08 Agustus 2010 11.35 pm
“gag minat ! niy dah jam brapa koQ Lom tdR?? Mamali nag gadis baGadang!
                OMG, kenapa sih dia selalu saja ngasih perhatian bikin aku  GR aja, kalau kya gini mulu bisa-bisa rasa itu semakin membludak tak karuan. Santai-santai, tarik napas dalam-dalam hembuskan perlahan. Balasnya biasa-biasa aja. Ok Sil, sekarang perasaanya dah sedikit tenang kan?,,  lanjut...
Silfia
08 Agustus 2010 11.40 pm
“ya udah, tidur duluan gih!!”
                Ni cowo bikin aku bingung aja, RezaaaSe. Itu adalah julukan dari saya untuk mu, abis kamunya rese’ banget sih ma aku so disingkat aja. Hehehe.
resaaaSe
08 Agustus 2010 11.43 pm
“ok deh klo G2,, tp kK hrs bubu jg dumZ, janT dbiasakan beGadang ntar jadi pxkit”
                So sweet, ini nih yang bikin aku ndak bisa manggil kamu adik, meski sebenarnya kamu hanya nganggap aku sebagai senior kamu. Aku dan kamu memang tidak ada suatu hubungan spesial kecuali hubungan organisasi, so aku dan kamu hanya sebatas junior dan senior. Salah tidak kalau aku berharap lebih atas kamu???
Silfia
08 Agustus 2010 11.50
“film.a tanggung negg”

resaaaSe
08 Agustus 2010 11.52
“Msh ada hari esogg kag, sesuatu kan lebih bagus kLo bikind pnasarand!”

Silfia
08 Agustus 2010 11.55
“justRu i2 aQu.a takudd mati pnasarand!, hehehehe”
                Malam semakin larut, hand phone yang ada digenggaman tak kunjung berdering, mungkin dia sudah tidur. Kenapa sih kamu selalu hadir disaat ku berusaha membentengi hati ku untuk tidak jatuh hati kepada seorang pria, Eitss aku masih normal loh. Emm bukan berarti ku mencintai perempuan, gila adjah!
                Hari ini kau berceritra banyak, seru sekali, nampak dari wajah mu yang sangat ceria bercerita tentang gadis itu. Mungkin kau tak dapat merasakan betapa pedih dan sakitnya yang kurasakan, aku selalu berusaha menyembunyikan rasa itu. Aku yakin bisa menyembunyikannya. Pasti bisa!. Bagi ku kau adalah cahaya yang bisa menerangi hari-hariku yang kelam, hari-hariku yang penat, iyya kau cahaya, yang membuatku semakin cemerlang dengan harapan dan semakin tenggelam akan kekecewaan. Melihat kau tersenyum itu sudah cukup bagiku, menjadi teman mungkin lebih baik, jika aku nyatakan akan ada dua hati yang tersakiti, kau temanku dan yang kau sukai adalah sahabat baikku. Keberadaanku membuat kalian gusar saja. Jika aku dan kamu masih berteman, selalu bicara tiap hari, smsan, aku takut perasaan itu akan semakin besar, aku takut tak bisa kendalikan itu semua dan menyatakannya. Jika itu terjadi kau pasti menghindariku, pastinya Karin akan membenciku. Aduh, kok bisa mikir sejauh itu?, apa karin dan Reza dah ...???, blom ada pernyataan tentang itu. So...? hahahahaha bulsyittttttt, kok aku mikir klo aku bisa sama Reza. Aku kan dah janji ma mama tuk tidak pacaran sampai mendapat gelar sarjana, hmmmm setidaknya sebagai simpanan tuk masa depan. Iyya gak?? Jiaaaaaaaaaaaaa gilaaa..
                Tanpa spengetahuanku ternyata kau akan meninggalkan kota ini, aku juga tak tahu sebabnya, berita ini pun ku dapat dari karin, sepertinya kalian makin akrab saja. Huuuuffftttt sedih sih iyya, meski harus terpaksa ikut bahagia, solidlah ceritanya namanya juga sahabat. Setelah kepergiannya, sudah tak ada kabar tentangnya, pamit ma aku pun ndak, ndak sempat atau memang sengaja??? Entahlah!!!. Sepertinya aku harus mengubah skenario hidupku, hari-hariku kuisi dengan berbagai kesibukan, salah satunya dengan membaca buku-buku yang bernuansa islami, meski membaca adalah sesuatu yang sulit untuk saya lakukan. Yang jelasnya mau berusaha, nantinya juga pasti terbiasa. Selain itu, aku juga mulai mencari kesibukan lain seperti kursus. Ternyata melupakan first Love tidaklah sesulit yang orang-orang katakan.

Menunda Berarti Kalah

"Ubah hidup Anda hari ini. Jangan
bertaruh pada masa depan, lakukan
sekarang, jangan tunda lagi" - Simone
de Beauvoir
 
Seseorang akan sulit berhasil jika ia
suka menunda-nunda pekerjaan. Tapi
saya yakin Anda bukanlah orang yang
demikian.
Laksamana Laut Amerika, Willian
Halsey mengatakan, "Segala masalah
akan menjadi lebih kecil jika Anda
tidak menghindarinya, tetapi
menghadapinya."  
Penundaan merupakan pupuk yang
menghambat pertumbuhan. Jika Anda
terlalu lama membuat keputusan untuk
sebuah peluang yang tiba-tiba datang,
peluang itu akan hilang.
Lihatlah hasil akhir dari sebuah
pekerjaan, agar Anda terpacu untuk
tidak menundanya.
Jangan habiskan waktu Anda
mengerjakan tugas-tugas yang tidak
penting atau tidak perlu. Jika tidak
penting, jangan sekedar menundanya,
hapuskan saja tugas itu.
John C. Maxwell menyarankan Anda
untuk memilah lagi pekerjaan yang
perlu diprioritaskan.
Telaahlah apakah tugas tersebut
memberi manfaat finansial? Apakah hal
itu akan membuka jalan untuk sesuatu
hal lain yang lebih baik?  Apakah hal
itu bisa memberikan Anda pengembangan
atau pencapaian yang lebih besar?
Atau apakah penyelesaian tugas itu
bisa melegakan Anda secara emosional?
Jika Anda mendapatkan semua alasan
positifnya, Anda telah berada di
jalur yang benar. Mulailah bergerak
maju dan bertindaklah secara cepat
dan efektif.

-----Sponsor------------------

Kumpul Dengan Teman-Teman Se-Nusantara
Belajar Bisnis Bareng. Tolong Menolong - Bahu membahu
Hanya di www.AsianBrain.com

Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!
Jumlah Pembaca:  500,000+  

ANALISIS PUISI W.S. RENDRA


BALADA TERBUNUHNYA ATMO KARPO

Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang
Segenap warga desa mengepung hutan itu
Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri
Satu demi satu yang maju terhadap darahnya 
Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka
--Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa
Majulah Joko Pandan! Di mana dia?
Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa
Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
--Joko Pandan! di manakah ia?
Hanya padanya seorang kukandung dosa
Bedah perutnya tapi masih kena setan ia 
Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala
Joko Pandan! Di manakah ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa
Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
Segala menyibak bagi reapnya kuda hitam
Ridla dada bagi derinya dendan yang tiba
Pada langkah pertama keduanya sama baja
Pada langkah ketiga rubulah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka
Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
Pesta abulan, sorak-sorai, anggur darah 
Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
Ia telah membunuh bapanya
                                            (W.S. Rendra)

Pertanyaan
a. Bagaimana kesan dan makna yang bisa kita tangkap dari puisi Rendra tersebut?
b. Berapa kali Rendra mengulang majas personifikasi? Tulislah kalimat yang bermajas personifikasi tersebut!
c. Tuliskan majas-majas yang terdapat dalam puisi tersebut!
d. Apa makna dari kalimat "Mengutuki bulan betina dan nasib yang malang"?

Jawaban
a. Kesan setelah membaca puisi Rendra yang berjudul "Balada Terbunuhnya Atmo Karpo"sangat hebat dan pemberani. Sosok Atmo Karpo berani mempertaruhkan nyawanya demi masyarakat miskin yang serba kekurangan. Puisi tersebut mengisahkan seorang perampok yang sedang diburu warga. Pada saat itu kesialan melanda si aku (Atmo Karpo)  karena malam itu adalah sinar bulan purnama dapat menerangi seluruh malam: ‘Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para’. Bulan tak bersahabat dengan si aku, di mana ia bersembunyi bulan purnama menyinari dirinya. Sehingga membuat si aku tak bisa bersembunyi di balik pekatnya malam yang terang benderang.Si aku melawan semua orang yang hendak menangkapnya. Sehingga terjadilah tragedi pertumpahan darah dan satu persatu pengejarnya rubuh tersadap oleh tangannya: ‘satu demi satu yang maju tersadap darahnya’. Bahkan dengan sombongnya, si aku berkata kepada mereka yang telah dibunuhnya: “Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal! / Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa”. Si aku menganggap pasukan kerajaan dan warga yang mengepung dan hendak menangkapnya itu hanyalah orang-orang rendahan saja, dan mereka bukanlah tandingan yang mantap untuk meringkus si aku. Makna yang dapat ditangkap dari puisi tersebut bahwa pencuri kerajaan,Atmo Karpo, bukanlah sosok biasa. Dia adalah sosok pemberontak yang tak setuju dengan ketimpangan. Di satu sisi, kerajaan bergelimangan harta, tapi di sisi lain rakyat jelata hidup sengsara. Maka, Atmo Karpo pun memilih menjadi maling kerajaan. Dia curi harta kerajaan dan dibagikan kepada rakyat miskin yang sengsara. Lawan yang di cari Atmo Karpo adalah Joko Pandan (Joko Pandan! Di manakah ia?) di akhir sajak Atmo Karpo dibunuh oleh Joko Pandan yang merupakan anaknya sendiri.

b. Pengulangan majas personifikasi dalam puisi tersebut sebanyak tiga kali
    1. Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
    2. Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para
    3. Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang

c. Majas yang terdapat dalam puisi tersebut
    1. Sinekdok totem pro parte : "Segenap warga desa mengepung hutan itu"
    2. Metafora : "Nyawamu barang pasar...", "Tombakmu pucuk daun"
    3. Klimaks : "pada langkah pertama keduanya sama baja", "Pada langkah ketiga rubulah Atmo Karpo"   

d. Makna kalimat “Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malam” yaitu pada saat itu Atmo Karpo hanya bisa menyumpahi bulan yang bersinar terang sehingga ia tidak bias bersembunyi dibalik pekatnya malam dan nasibnya yang malam karena telah dikepung oleh pengawal kerajaan.

Menulis Esai

           Menulis merupakan pencapaian akhir dari empat keterampilan berbahasa sehingga sebagaian orang berpendapat bahwa menulis adalah hal yang tidak mudah. Sejak dalam kandungan seorang bayi dilatih untuk mendengar bunyi-bunyi bahasa. Jika kemampuan mendengar seseorang baik maka berbicaranya pun akan lancar. Setelah sesorang mampu berbicara maka ia akan berusaha membaca nah kemampuan membaca ini sangat memengaruhi kemampuan menulis kita. Seorang penulis best seller, Sofie Beatrix, mengatakan bahwa dengan membaca kita tahu dunia, dengan menulis dunia tahu kita. Betapa pentingnya keempat keterampilan tersebut yang bukan hanya diperuntuhkan untuk anak Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, tetapi juga sangat berpengaruh di bidang manapun. 
          Topik kita kali ini yaitu menulis esai. Di kalangan SMA di akhir semester kerap kali di tugaskan menulis esai. Banyak diantara mereka yang mengeluh cara menulis esai. bagaimana mau menulis esai kalau mengenal esai aja belom?? ya pasti sulit lah. Berikut penjelasan mengenai esai.
              Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.Jadi, esai berisi pendapat penulis tentang subjek tertentu. 

Bagian esai

Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
  • Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
  • Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
  • Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

    Langkah-langkah pembuatan esai

    Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
  • Menentukan tema atau topik
  • Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
  • Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
  • Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
  • Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
  • Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
  • Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***Semoga Bermanfaat***                                    :) fathe

Puisi cinta Bj Habibie untuk istri tercinta Hasri Ainun


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE

Atitude

Kelemahan sikap menjadi kelemahan
karakter - Albert Einstein
Dear Fatmawati,
Sikap atau attitude Anda adalah
kendaraan untuk mencapai potensi Anda
sepenuhnya.
Robert Hall International, sebuah
perusahaan konsultan di San
Francisco, meminta para vice
president dan direktur-direktur
sumber daya manusia dari 100
perusahaan terbesar di Amerika untuk
menyebutkan satu alasan utama mereka
memecat seorang pekerja.
Jawabannya sangat menarik dan
menggarisbawahi sikap dalam dunia
bisnis:
  Tidak kompeten : 30%
  Ketidakmampuan bekerja sama
   dengan pekerja lain : 17%
  Ketidakjujuran atau berdusta : 12%
  Sikap negatif : 10%
  Kurang motivasi : 7%
  Kegagalan atau menolak mengikuti
    perintah : 7%
  Alasan lain-lain: 8%
Walaupun peringkat satu adalah
kompetensi, tetapi alasan terbanyak
adalah masalah sikap (tidak jujur,
negatif, kurang motivasi, dll).
Selain itu, The Carnegie Institute
menganalisis catatan 10.000 orang dan
menyimpulkan bahwa 15% kesuksesan
berkaitan dengan pelatihan teknis dan
85% selebihnya adalah masalah
kepribadian dan sikap.
Sikap kita menentukan apa yang kita
lihat dan bagaimana kita menangani
perasaan kita.
Menurut John C. Maxwell, dua faktor
ini sangat menentukan kesuksesan
kita. Karena itu, pastikan sikap Anda
menjadi aset terbesar Anda, bukan
kewajiban terbesar Anda.

------Ads Plug-----------------
Belajar Singkat. Belajar di AsianBrain
Fitur Lengkap. Pelajaran Menawan  :-)
www.AsianBrain.com - Please SHARE!
----------------------------------

Motivasi

:)
"Kebanyakan orang mengatakan
intelektualitaslah yang membuat
seorang ilmuwan  hebat. Mereka salah,
yang membuatnya hebat adalah karakter"
- Albert Einstein
Dear Fatmawati,
Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah
mengatakan, "Kepemimpinan adalah
kombinasi yang sangat kuat dari
strategi dan karakter. Namun jika
harus memilih salah satunya, pilihlah
karakter."
Karakter dan kredibilitas selalu
berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa
kredibilitas cepat atau lambat akan
hancur.
Lihat saja kepemimpinan yang
diguncang oleh skandal korupsi, sex
atau hak asasi manusia, seperti yang
terjadi pada mantan presiden Amerika,
Richard Nixon, Bill Clinton atau para
petinggi perusahaan Enron yang
memanipulasi data keuangannya.
Karakter membuat kita dipercaya dan
rasa percaya membuat kita bisa
memimpin. Seorang pemimpin tidak
pernah membuat komitmen kecuali ia
melaksanakannya dan ia benar-benar
melakukan segalanya untuk menunjukan
integritas, sekalipun hal itu tidak
nyaman baginya.
Seorang pemimpin berkarakter kuat
akan dipercayai banyak orang. Mereka
mempercayai kemampuan pemimpin
tersebut untuk mengeluarkan kemampuan
mereka yang tertahan.
Jika seorang pemimpin tidak memiliki
karakter yang kuat, ia tidak
mendapatkan respek dari pengikutnya.
Respek diperlukan bagi sebuah
kepemimpinan yang bertahan lama.
Seorang pemimpin memperoleh respek
dengan mengambil keputusan yang
berani dan mengakui  kesalahannya. Ia
juga lebih mendahulukan kepentingan
terbaik pengikut dan organisasi
dibandingkan kepentingan pribadinya.
Kepercayaan adalah dasar
kepemimpinan. Rusak kepercayaan,
berakhir pulalah sebuah kepemimpinan.

-----Shameless Ads Plug-----

AsianBrain. Peluang Usaha Rumahan - Modal Kecil!
www.AsianBrain.com
Sudah ikutan?

Perjuangan Demi Sekolah Idaman


Kriiiiiiiiigggg kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggg kriiiiiiiingggggggg …

Jam weker berwarna pink mulai berdendang dan berkumandang di telinga klatysa, sesekali ia berusaha membuka matanya, dan mndapati jam weker motif bunga-bunga itu borjoget, plakkk jam weker tersebut diam tag bergerak.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00, ia pun masih terkapar di tempat tidur. Mata yang sembab membuatnya malas beraktivitas, meski pagi itu ia harus bersekolah. Ibu yang sedang asyik di dapur tak menyadari hal itu, sesekali ia melihat ke arah jam dinding.
 “Tumben tak ada suara gaduh dalam kamar mandi”. Gumamnya dalam hati. 
Ibu melanjutkan aktivitasnya, buat sarapan untuk suami dan anak-anak tercinta. Ia masih terheran mendapati suasana hening dalam kamar mandi, apakah Tysa sudah sadar dan tak mau lagi menggunakan kamar mandi sebagai panggung spektakuler?, bagi Tysa, kamar mandi adalah tempat menyalurkan bakat, Tysa sangat hoby menyanyi meski suaranya tak sedap didengar, jadi itu sebabnya ia hanya mau bernyanyi di kamar mandi saja. Tapi kali ini suasana pagi itu sangat berbeda dengan kamarin-kemarin. Ada apa dengan Tysa? Sakit kah ia?
“Tysa Tysa, udah mandi ya nak?” teriak ibu.
Suara yang lembut itu tak mendapat balasan jawaban. Ia pun beranjak dari dapur dan mengecek ke kamar Tysa.
“Loh kok belum bangun sayang?” kata ibu.
“Lagi dak enak badan Bu.”
“Kamu sakit?”
Tysa hanya mengangguk tak bersuara. 
“Baiklah, istirahat saja ibu buatkan teh hangat untukmu.”
Wanita paruh baya itupun beranjak dari tempat tidur dan membuatkan secangkir teh hangat untuk Tysa. Setelah semua pekerjaan rumah terselesaikan, ia pun berangkat ke kantor bersama suaminya. Di perjalanan mereka bercakap-cakap dan memutuskan untuk singgah sejenak di sekolah Tysa.
Sebelum melangkah menuju gerbang sekolah ia bertemu Rena sahabat anaknya, Rena heran mengapa ibu Tysa ke sekolah.
“Tante ada apa? Tumben ke sekolah, nganterin Tysa yah? Tanya Rena dengan ramahnya.
“Tysa sakit jadi tante mau ketemu dengan walinya dulu.” (Ibu Tysa tersenyum).
Rena kasihan mendengar Tysa sakit, mungkin ia masih terpukul dengan kejadian kemarin. Ia pun menceritakan kejadian yang dialami Tysa di sekolah.
Kemarin Tysa mengikuti lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah), tiga minggu ia mencoba menyempurnakan karyanya, setelah ia setor di panitia lomba judul KTI Tysa masuk sepuluh besar namun yang mengherankan bukan namanya yang ada di pengumuman itu. Malah nama Indira yang tertulis, Indira anak dari wakil kepala sekolah. Tysa sangat berharap bisa memenangkan lomba itu karena hadihnya berupa beasiswa dan pertukaran pelajar ke sekolah unggulan di Jawa.
Rena pun menceritakan kejadian itu kepada wali kelas Tysa. Dengan mengambil keputusan yang bijak, wali kelas Tysa menghadap ke kepala sekolah dan berharap sebelum panitia memutuskan pemenang lomba KTI ada baiknya jika panitia mengadakan presentasi untuk peserta lomba. Saran wali kelas Tysa diterima. Pelaksanaan presentasi berlangsung dan ternyata Indira tidak mampu mempertanggungjawabkan karyanya dan akhirnya diundanglah Tysa untuk naik presentasi. Proses presentasi berjalan dengan baik. Betapa malunya Indira di depan teman-temannya dan mengakui perbuatannya.

DAMN


Piiiiiiiiiiiiiiiiiipppppp piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipp pip pip pip …………………….
Bunyi klakson yang keras, memekakkan telinga membuat gadis yang mengendarai skuter pink itu terperangah. Mata sipit itu kemudian berbalik dan berkata.
“Pak sabar dikit knapa?”
Karina mencoba menyalakan skuternya tapi  belum berhasil juga.
“Eh dik kalau dak bisa nyala motornya dipinggirkan donk, bikin macet saja.”  Teriak seorang supir angkot dengan nada sinis.
“uuuuu belagu, baru aja mengendarai angkot dah bacrit alias banyak cerita.” Gumamnya dalam hati sambil mendorong motornya mendekati trotoar. Mencoba mengutak atik skuter pink yang mulai tak bersahabat lagi, entah apanya yang bermasalah. Jam sudah menunjukkan pukul 07.11, jarak ke sekolahnya masih jauh. Matanya melirik kesana kemari mencari sesuatu yang bisa menyelamatkan dirinya pagi itu. Pencariannya tidak sia-sia, ia mendapati bengkel di sudut jalan, kira-kira berjarak 20 meter. Dengan segera Karin mendorong motornya ke bengkel tersebut. Dia kemudian berlari menuju halte dan menunggu angkot.
Sesampai di gerbang sekolah ia langsung menuju koperasi dan merampungkan tugas-tugasnya untuk dijilid. Bel sudah berbunyi, Karin masih sibuk dengan kertas-kertas yang berserakan di atas meja. Lima menit telah berlalu. Setelah semuanya rampung ia pun bersegera menuju ke kelas. Tapi guru mata pelajaran tengah melangsungkan pembelajaran, tugas-tugas sudah bertumpuk di atas meja. Tanpa berpikir panjang Karin masuk dengan memberi salam.
“Assalamualaikum, saya boleh masuk bu?”
“waalaikumsalam, silahkan masuk, simpan tas Anda, kumpulkan tugas dan silahkan berdiri di depan sambil berpose seperti patung liberty selama 15 menit.”
Karin menurut saja yang diperintahkan oleh gurunya karena ia telah menyetujui kontrak pembelajaran yang ditawarkan oleh guru pengampuh mata pelajaran Mate-matika itu. Masih untung tugasnya mau diterima. Lima belas menit berlalu, Karin diperbolehkan duduk di tempatnya.
Setelah memberi asupan makanan untuk otak dengan berbagai bidang studi ternyata sangat melelahkan bagi Karin apalagi harus berdiri selama lima belas menit di depan teman-temannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 saatnya ke bengkel tuk mengecek skuter pink yang mogok di tengah jalan. Karin menuju ke halte dan menunggu angkot.
Sesampai di bengkel, Karin segera membayar ongkos perbaikan skuternya dan memutar skuter pink itu menuju jalan, ia tampak terburu-buru melihat kondisi awan yang tidak mendukung. Siang itu langit tampak mendung. Baru saja Karin berhasil menyalakan skuternya hujan pun mulai turun membasahi kota Daeng kala itu. Karin mengurungkan niat untuk pulang dan menunggu hujan reda. Hari itu adalah hari yang penuh cobaan buat Karin, hari sial tak bersahabat yang menimbulkan kegalauan bagi gadis belia Karina Rezak.