RSS

Menikmati Pesonamu dalam Diam

        Pikiran itu, bayangan itu membuatku sangat terganggu. Gak pagi, siang, malam, pagi lagi selalu kau yang terpikirkan, bisa gak sih terpinggirkan. Semua masalah yang berat sekalipun aku bisa menuntaskannya dengan segera, terkecuali kamu. sangat sulit bagiku menghilangkan ingatanku tentang dirimu. Penyakit ini sungguh sulit disembuhkan. Racikan apa yang telah kau bubuhkan dalam otak dan hatiku sehingga aku pelik tuk melupakanmu. 
       Pagi ini aku bangun kesiangan, semua kerjaan ngantri tidak ada yang beres satupun. Tiap detik yang jadi pertanyaan perlakuanmu terhadapku, apa ia kamu? mungkinkah kamu? apakah kamu? sudikah kamu? maukah kamu? pantas kah aku?... Sesuatu yang tak pantas dan layak untuk dipertanyakan. Grusa-grusuku kian menjadi setelah kemunculanmu kembali. Kemarin-kemarin aku mampu mengatasi segala kerinduan ku dengan segudang aktivitas. Ternyata kemarin pesonaku mampu terbaca oleh temanku, air muka yang nampak sebelumnya jauh berbeda, ini sungguh bersemangat, tampak tak ada sedikit pun pilu yang terukir di wajah, senyum yang membuat nanar semua orang. Perubahan yang sungguh kontra dengan keadaan sebelumnya. Matilah aku kalau ketahuan.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi, senyummu licik mencurigakan?" tuduhnya dengan tajam.
"Akh, gak ada apa-apa, cuma kepikiran sesuatu."
"Sesuatu?"
"Iyya sesuatu, yang cetar membahana, ulalaaaa." menirukan gaya syahrini.
"Aku pergii."
      Takut kalau-kalau pertanyaannya akan berkembang, takut terintimidasi dan mengeluarkan semua yang kusembunyikan, perasaan! ya, perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Perasaan yang sering aku elakkan jika dituduh, perassan yang sering aku buat candaan, perasaan yang sungguh buatku gelisah kala sendiri dan kala malam tiba kembali. 
      Wanita itu lemah, lemah karena perasaan, tetapi ia akan kuat karena prinsip. Jadi, bolehlah dikata wanita  akan lemah jika ia tidak memiliki prinsip. Aku? apa aku memiliki prinsip? Hampir-hampir saja aku gila sasar karena pikiranku yang konvergen hanya kepadamu. hualaahh ini telah menyalahi prinsip, bagaimana seharusnya aku menyikapinya? sedang aku tahu engkau memiliki kekasih. 
                                                                
                                                              *BERSAMBUNG*
        

3 komentar:

potrehkoneng mengatakan...

kata siapa wanita itu lemah? wanita itu kuat kok ^^

Unknown mengatakan...

ya, wanita kuat krn prinsip. he

Rahmaniar mengatakan...

tetap saja berharap krn kekasih belum tentu jodoh...

Posting Komentar