Aku bahkan sangat terganggu
dengan suaramu. Setidaknya jika kau tak dapat menyanyi dengan baik maka
diamlah! Aku sedang tidak baik-baik saja. Jadi tak usahlah kamu banyak tingkah.
Mungkin ini adalah proses dilema. Kau tahu bagaimana rasanya? Saking sulitnya
setiap aku ingin menceritakannya padamu serasa ada sesuatu yang tertahan di
kerongkongan.
Aku sangat terganggu dengan chat-chat yang tak penting. Sembari menyapa
“Assalam” Bahkan mengucapkan salam saja yang sejatinya adalah doa ia singkat. Aku
paling benci dengan chat-chat yang
gak mutu menanyakan kabar. Benar-benar basa-basi yang lapuk. Kemudian aku
membalasnya tak aku ketik melainkan pesan yang dari kemarin-kemarin aku copy dan mengirimkannya kembali. Huh
benar-benar memuakkan ketika kamu kembali bertanya apa yang sedang kulakukan. Aku
paling benci pertanyaan semacam itu. Kuputuskan untuk offline. Rupanya kau tak
pernah sadar kalau aku mengabaikanmu. Jangan menggangguku dengan
pertanyaan-pertanyaan sialan itu. Kau benar-benar mau tahu apa yang sedang
kurasakan? Aku sedang DI LE MA!
Jangan berbaik di depanku jika sejatinya memang
kau tak menyukaiku. Aku paling benci sikap seperti itu. Jangan memberiku sebuah
pilihan karena akan membuat nyeri di kepala. Jangan pernah membebaniku dengan
sebuah perasaan yang hanya kau sendiri yang paham. Jika aku benar-benar tidak
paham jangan sekali-kali merajuk dan merayu agar aku paham. Kemudian jangan
engkau bawa-bawa nama orangtuaku pun agamaku mengenai perasaanmu yang harus aku
pahami. Aku sangat membencinya! Aku sedang dalam situasi Di Le Ma! Jangan
menggodaku!

0 komentar:
Posting Komentar