Kata orang ketika hatimu mulai tersenyum kemudian dengan lapang engkau menerima tanpa berpikir dan beralasan maka itulah cinta. Akh, aku tak percaya cinta! Cinta manusia itu lekas memudar sebab apa-apa yang tak bersesuaian dengan pikir dan hatinya ia kemudian berpaling, mudah sekali baginya mencari cinta yang lain. Manusia kerap kali menyamakan cinta dengan nafsu, keduanya amat berbeda, tapi akan sulit engkau temukan perbedaan itu jika kau tak paham. Ketika dua insan sedang dimabuk cinta maka apa-apa yang telah ditetapkan akan muda bagi mereka untuk melanggarnya, bukan cinta sih namanya jika dimabuk sebab cinta itu adalah ketenangan jiwa, kedamaian hati, dan segala yang baik-baik. Cinta manusia? Apa ada yang benar-benar cinta? Bagaimana dengan Cinta kepada Tuhanmu? Cintakah engkau Kepada-Nya? Taatkah? Aku masih ragu dengan kata cinta itu sendiri, sebab ketika engkau mengatakan cinta kepada Tuhan-Mu sedang engkau dengan mudahnya menanggalkan 5 waktu demi segala hal yang lain maka itu bukan cinta. Sebelum engkau mengatakan cinta pada yang lain, cintailah apa yang semestinya engkau cintai. Tempatkanlah cinta itu pada tempat-Nya kelak manusia yang engkau sukai tak akan kuasa menolak cinta yang memang layak untuk dicintai. :)

0 komentar:
Posting Komentar