Ada satu hal yang ibu ajarkan dan selalu ia ingatkan padaku. Dalam keadaan apapun jangan pernah lari sebelum kamu menyelesaikannya sebab di sanalah kamu belajar arti tanggung jawab. bahkan hal terkonyol sekalipun. Seperti yang terjadi hari ini. :'( payah sekali! tapi saya harus bertanggung jawab, ketika teman kelompok lari satu persatu saya harus berdiri di depan teman-teman guru yang tak di ragukan lagi kualitasnya untuk mengajarkan Alquran dengan metode WAFA. Pelatihan ini dilaksanakan tiga hari, bagaimana saya bisa paham hari pertama saja saya sudah alpa bukan karena lari dari tanggung jawab, melainkan saya harus menunaikan tanggung jawab yang lain sebagai seorang anak yang berbakti kepada agama dan negara. :) Next, Pelatihan Alquran menggunakan metode WAFA dengan model Quantum Learning memang menyenangkan untuk peserta didik. Nah loh lantas masalahnya apa toh? yang jadi masalah karena saya yang harus mempraktikkan. Masalah pertama saya tidak hadir hari pertama, kedua saya harus mengajar pada bidang yang bukan keahlianku, ketiga meskipun saya muslim tapi baca Quranku masih patah-patah (malu :( , yang ke empat bukan saya yang rumuskan perangkatnya, yang kelima karena perangkat pembelajaran diperuntuhkan untuk siswa SD kelas 2 maka pembelajarannya harus menarik apalagi dengan model Quantum Learning dengan menggunakan langkah-langkah Tumbuhkan Alami Namai Demonstrasikan Ulangi Rayakan (TANDUR). Guru dituntut untuk menumbuhkan minat belajar siswa, satu diantara banyak cara adalah menyanyi. Hal yang paling tidak bisa saya lakukan, kecuali di kamar mandi itu pun kalau saya lagi khilaf. Bayangkan saya harus menyayi dengan PEDE nya di depan rekan-rekan guru. Suara asli fals dengan nada tak berirama. Aduhai ibu, inikah pahit manisnya tanggung jawab yang harus kulalui. Dengan suara gelagapan, kaku sudah pasti paling tidak saya tidak mengecewakan ibu, walaupun ibu tak pernah melihat apa yang aku lakukan di sini tapi nasihat dan kepercayaannya harus saya jaga. :) Paling tidak hari ini berkesan, bagaimana bertanggung jawab pada kelompok, tidak lari dari kenyataan, PEDE meski harus menanggung malu yang penting tidak malu-maluin. ;)

0 komentar:
Posting Komentar