RSS

Kamu! #2

Selamat malam kamu! Semoga engkau masih tetap istiqomah dalam memperbaiki diri hingga kita benar-benar dipertemukan tuk saling baik membaikkan. Ini masih tentang kamu, tentang menujumu hingga aku benar-benar yakin bahwa engkaulah kamuku! :) Kisah yang akan saya tulis untukmu hingga benar-benar berlabuh di kamu tuk memulai kisah yang sesungguhnya. Kamu tahu? Apa yang paling merepotkan seorang perempuan? Hummmm perasaannya sendiri. Seperti malam ini barangkali saya sangat kerepotan hingga menulis kisah yang cukup belepotan ini. Kamu masih ingat kan tentang cerita di rumah kerabat dekat ibu. Ia yang itu, aroma-aroma makcomblang. Esok harinya kami sibuk melayani tamu-tamu kerabat ibu karena memang lagi ada acara syukuran. Hingga sore hari saya belum juga pulang lantaran masih ramai. Sejenak merebahkan tubuh yang lunglai di kamar. Melihat dentuman jam yang seolah mencekik kala teringat pekerjaan yang harus saya bereskan di rumah. Aku pun beranjak dari kamar maksud hati ingin minta izin tuk pulang. Tiba-tiba di pojok kursi ruang tamu seseorang yang mengenakan setelan jeans hitam dan kemeja hitam, rapi, rambutnya mudah diterbangkan angin sepertinya sengaja tak diberi pomade supaya kelihatan aura mudanya. Ia kemudian tersenyum, langkahku sempat terhenti. Entah saya lupa mau ke mana tadi tak berani menatap ke arahnya. Kerabat ibu yang melihatku kebingungan tiba-tiba nyeletuk "Nona, kenalan dulu, dia itu keluarga kamu loh. Masa sesama keluarga tak saling kenal?" Para abg resek mulai bergumam "Chiee chieee" ya elaa apa pula ini saya semakin hilang arah. Padahal saya kenal kok satu sekolah pula cuma bedanya satu tingkat di atas saya.  Saya pun tersenyum sedikit menetralisir keadaan. Akhirnya kami pun berkenalan, bercerita tentang masa sekolah. Tak terasa senja hampir saja menjemput malam, aku beranjak menemui kerabat dekat ibu, minta izin tuk pulang. Lah aku malah ditahan tuk bermalam sekali lagi. Setelah membujuk menjelaskan perihal tugas-tugasku, tanggung jawabku yang harus segera aku selesaikan. Akhirnya ia mengalah dan mengizinkanku tuk pulang. Pulanglah saya dengan beberapa pertanyaan yang menggantung di pikiran. Kamu tahu kan apa yang paling merepotkan dari seorang perempuan? Perasaannya sendiri! Kala itu aku sangat kerepotan menata perasaanku seperti repotnya ketika aku menulis tulisan ini, seperti malam ini. Perasaan yang berusaha selaluku tata dengan apik untuk menuju mu, menuju kehidupan yang sesungguhnya.

0 komentar:

Posting Komentar