Ibu ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu. Ini tentang aku yang takut jika berbuat salah padamu. Aku tak ingin membuat mu marah ibu. Takut kalau-kalau wajah cantikmu sudah mulai keriput sebab ulahku yang tak sepaham denganmu. Akh kata 'cantik' ibu paling senang dengan sebutan itu. Ibu sering bercerita masa mudanya dahulu dan paling senang dipanggil nona cantik. Ibu memang cantik. Ibu entah mengapa perasaan ini seringkali mendekap kala malam sebelum mata benar-benar terpejam. Akh aku tak lagi membicarakan rindu ibu! Bukan rindu bu, bukan! kalaulah rindu tak usah ditanya bu, ia selalu ada bahkan ketika aku telah mengusirnya sekejap ia tak pernah pergi. Rindu selalu ada untukmu ibu. Ibu ini prihal hidupku yang akan datang. Boleh jadi aku masih merasa seperti kanak-kanak yang masih saja ibu suapi jika tanganku kotor karena sedang mengerjakan sesuatu, tetapi usia tak pernah salah atas angka yang terbilang. Memang belum terlalu tua usiaku sekarang tetapi kok rasa-rasanya aku takut menuju ke sana. Ibu tahu apa yang ada dipikiranku tentang bertumbuh menjadi dewasa dan mapan? Ada dua kata yang terlintas KERJA DAN NIKAH Itu adalah masa miskin waktu sebab sibuk bekerja dan mengurusi keluarga. Barangkali itu adalah masa yang diimpikan seorang gadis diusiaku sekarang. Tapi aku malah... entahlah ibu aku hanya takut jika lupa diri. Lupa dari mana aku berasal. Aku masih ingat pesan ibu. "Engkau harus tahu kunci penggerak di dalam dirimu yakni hati yang selalu mengingat Sang Pemilik Hati, hati yang tahu dari mana ia berasal dan tahu tempat kembali-Nya." Barangkali engkau sudah terlelap ibu sebab malam semakin larut dan rindu tentang mu sedang menodongku, mendekap erat-erat di dada membuatku sesak. Salam rindu dariku Ibu! :*

0 komentar:
Posting Komentar