RSS

Arah yang Berarak-arak

Bak kelinci yang tersesat di tengah hutan. Tak tahu arah, hanya berjalan terus mencari arah malah berarak-arak tambah salah arah. Meski memiliki kompas sebagai penuntun arah, tapi percuma saja saya tidak tahu bagaimana menggunakannya. Aku telah melangkah terlalu jauh dan selalu berusaha memberi arah domba-domba kecil berbulu lebat itu, tapi apa? Aku sendiri tak pernah paham mereka. Seharusnya aku yang berubah, berpikir lebih mendalam agar aku mampu memahami mereka hingga tak perlu lagi ada suara keras, hentakan kaki, sorot mata yang tajam, dan ancaman-ancaman lain yang serupa sebab mereka telah sadar dengan sendirinya hakikat keberadaanku bersama mereka. Semoga saja saya mampu! :-)

0 komentar:

Posting Komentar